Soal LGBT, Mengapa Kita Bak Macan Ompong?

News  

Sejauh mana umat Islam bisa melawannya? Disinilah kemandirian dan kepercayaan diri umat untuk mengikuti syariat tengah diuji. Apakah umat Islam rela ada persentase dari dana belanjanya yang dialokasikan untuk mendukung LGBT?

Bila berbicara lebih makro, mengutip pendapat Umer Chapra dalam Islam dan Tantangan Ekonomi, Islam merumuskan sistem ekonomi yang berbeda dari sistem sekuler yang berlaku saat ini. Tujuan-tujuan Islam -- yang disebut maqashid asy-Syari'ah dalam pandangan Imam Al Ghazali menunjukkan segala sesuatu yang diperlukan untuk mewujudkan hal yang tak sepenuhnya materi.

Maqashid merupakan segala sesuatu yang dianggap perlu untuk melindungi dan memperkaya iman, kehidupan, akal, keturunan dan harta-benda. Al Ghazali meletakkan iman di awal daftar maqashid ketimbang harta-benda.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Iman adalah ramuan terpenting untuk kesejahteraan manusia. Dengan iman, manusia dapat berinteraksi dengan sesamanya dalam satu sikap yang seimbang dan saling memperhatikan untuk membantu memantapkan kesejahteraan.

Yang tidak kalah penting, iman memberikan filter moral dalam meraih kesejahteraan.

Ada pun Al Ghazali meletakkan harta benda pada posisi buncit dalam daftar maqashid. Harta benda adalah hanya sebuah alat meski penting untuk meraih kesejahteraan. Dengan demikian, sudah saatnya umat lebih percaya diri dan cerdas dalam memilih konsumsi dengan tujuan meningkatkan iman dan takwa. Tekanan ekonomi kepada mereka yang mendukung gerakan LGBTQ akan memperkuat daya tawar kita sehingga kaum Muslimin tak sekadar menjadi macan ompong. Kuat sekadar mengaum tetapi lemah saat berbuat. N wallahu a’lam.

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image