Mengapa Madinah tak akan Bisa Dimasuki Dajjal?

Sirah  

Madinah menjadi tempat tujuan hijrah yang juga berstatus sebagai kota di mana rumah Rasulullah SAW tinggal. Kota ini merupakan tempat terbaik setelah Makkah yang notabene merupakan tempat kelahiran beliau. Madinah pun menjadi tempat peristirahatan terakhir dan pemakaman Rasulullah SAW.

Di Madinah, Nabi SAW membangun sebuah masjid bernama Nabawi. Beliau SAW membongkar makam orang musyrik dan meratakan bangunan rusak. Kaum Muslimin kemudian menyusun pohon-pohon kurma tersebut di kiblat masjid. Madinah akan mengusir orang-orang sebagaimana alat peniup api membersihkan kotoran dari besi. Manusia yang dimaksud dalam hadis ini adalah orang-orang fasik. Mereka tenggelam dalam kemaksiatan sehingga Madinah akan mengusir mereka.

Madinah juga akan membersihkan manusia seperti itu ketika Dajjal datang di akhir zaman. Dajjal akan datang, tetapi ia tidak akan mampu memasuki Madinah. Sebab, Madinah dikawal para malaikat yang menjaganya.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Madinah tidak akan dimasuki oleh rasa takut yang disebabkan oleh fitnah Dajjal. Pada waktu itu, Madinah memiliki tujuh pintu. Setiap pintu dijaga oleh dua malaikat. Dalam hadis lain, Nabi SAW bersabda, "Tidak ada satu negeri pun kecuali akan dimasuki Dajjal kecuali Kota Makkah dan Madinah yang setiap pintu gerbangnya ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian, Madinah mengguncang penghuninya tiga kali. Lalu, Allah menge luarkan seluruh orang kafir dan munafik."

Madinah akan membuat penduduknya bergetar sehingga keluarlah semua orang munafik darinya. Pada waktu itu, Madinah telah membersihkan kotoran yang melekat kepadanya.Ada juga yang meninggalkan Madinah dalam sebaik-baiknya keadaan dari yang pernah ada sebelumnya. Al-Qurthubi menjelaskan, sesungguhnya hal tersebut telah terjadi ketika Madinah dahulu menjadi pusat kekhalifahan. Manusia menuju dan berlindung kepadanya. Madinah pun menjadi negeri paling makmur.

Kemudian, kekhalifahan berpindah dari Madinah ke Syam. Kekhalifahan pun pindah ke Irak dan Madinah dikuasai oleh orang-orang arab Badui. Berbagai fitnah secara bergiliran menimpa. Madinah pun kehilangan penduduknya. Madinah menjadi tempat yang dituju burung dan binatang buas awafi. Kata al-awafi merupakan bentuk plural dari kata afiyah yang berarti mencari makanannya.

Sementara itu, an-Nawawi berpendapat, peristiwa meninggalkan ini terjadi pada akhir zaman tatkala terjadi hari kia mat. Ini didukung oleh kisah dua orang peng gembala tersebut. Pada riwayat Mus lim, "Kemudian dikumpulkan dua orang penggembala."

Bagi orang yang bermaksud buruk kepada Madinah, Sa'ad RA dari Nabi SAW, "Tidaklah seseorang berniat buruk kepada penduduk Madinah kecuali pasti dia akan mencair sebagaimana garam mencair di dalam air."

Berdoa dengan Asmaul Husna

Mengenal Salah Satu Sifat Asmaul Husna, Al-Baaits Sang Maha Membangkitkan

Bacaan Doa Menyambut Datangnya Pagi Agar Hari Anda Dimulai dengan Kebaikan

Dalil Syekh Yusuf Qaradhawi Bolehkan Aksi Demonstrasi

SIkap Utsman bin Affan Saat Menghadapi Para Demonstran

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image