Sikap Utsman bin Affan Saat Menghadapi Para Demonstran

Sirah  

Aksi demo alias unjuk rasa dengan orang berjamaah tercatat sebagai sisi kelam sejarah Islam. Ketika Khalifah Utsman bin Affan memerintah, datang seribu orang memasuki Madinah. Rombongan orang yang diprovokasi oleh tokoh Yahudi, Abdullah bin Saba, dan kroninya masuk ke Madinah dengan alasan hendak pergi umrah.

Dalam perjalanan ke Kota Nabi, mereka berteriak agar Utsman memenuhi hak-hak rakyat dan melakukan perbaikan. Syekh Sulthan bin Abdurrahman al-Id menjelaskan, mereka pun menyerang Madinah dengan pedang-pedangnya. Kemudian mengepung rumah Khalifah.

Mereka menyerukan agar Utsman bin Affan dicopot dari jabatannya alias dimakzulkan. Utsman pun mengatakan, kepada mereka sebuah hadis Rasulullah SAW. "Sesungguhnya Allah akan memakaikanmu sebuah pakaian. Apabila orang-orang munafik ingin agar pakaian itu dilepas, maka jangan engkau lepaskan." Utsman mengartikan kata pakaian itu dengan jabatan.Orang-orang itu pun semakin ketat mengepung rumah sang Khalifah. Sampai-sampai, ketika beliau hendak pergi ke masjid, orang-orang itu ikut bersama beliau.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Mereka memprovokasi Utsman saat berada di masjid. Ketika beliau sedang menyampaikan khutbah Jumat, mereka lempari Utsman dengan batu hingga membuat beliau jatuh pingsan. Utsman pun dibawa menuju rumahnya.Lalu, mereka mengepung Utsman dan melarangnya untuk keluar rumah. Sahabat-sahabat Rasulullah SAW pun marah dan hendak membela beliau. Namun, Utsman melarang mereka. Beliau khawatir terjadi pertumpahan darah di Kota Madinah, kota Rasulullah SAW, gara-gara dirinya.

Utsman berkata kepada budak-budaknya, "Siapa yang menyarungkan pedangnya, maka dia merdeka." Mereka pun menyarungkan pedang-pedang mereka. Karena itulah yang diinginkan Utsman RA.Setelah satu bulan mereka memboikot Utsman dari makanan dan minuman yang dikirimkan ke rumahnya. Mereka terus membuat suasanan panas dan menyebar fitnah. Mereka pun menerobos masuk ke rumah Utsman, seorang sahabat yang paling mulia yang hidup ketika itu, lalu salah seorang dari mereka menarik janggut beliau.

Utsman berkata kepadanya, "Wahai anakku, engkau telah merendahkan janggut yang dahulu dimuliakan oleh ayahmu." Kemudian yang lain masuk lagi dan ia merusak apa yang ada di dalam rumah, lalu menikamnya dengan pedang sebanyak sembilan tebasan. Si pembunuh yang celaka ini berkata, "Tiga tebasan untuk Allah dan enam lainnya karena kebencianku kepadamu wahai Utsman."

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image