Merasa Takjub, Dubes Romawi Impor Tulip dari Utsmani ke Belanda

Sirah  

Salam Sahabat! Bunga tulip identik dengan negeri kincir angin Belanda. Padahal, mungkin belum banyak yang tahu bahwa sejarah kehadiran bunga tulip di Belanda sebenarnya memiliki kaitan erat dengan Kesultanan Turki Utsmani. Menurut catatan, tanaman tulip diimpor pertama kali dari Turki ke negeri yang pernah menjajah Nusantara itu pada abad ke-16 oleh seorang duta besar Kekaisar an Romawi untuk Utsmaniyah, Ogier Ghiselin de Busbecq.

Pada masa itu, Kekaisaran Romawi di bawah pemerintahan Kaisar Ferdi nand I (1558–1564) memang menjalin hubungan diplomatik dengan Utsmani—yang dipimpin oleh Sultan Sulai man al-Qanuni (1520–1566). Saat berada di Turki, De Busbecq merasa takjub tatkala mendapati bunga-bunga tulip tumbuh bermekaran memenuhi ha laman Istana Kesultanan Utsmaniyah di Istanbul.

Dia lantas mengirimkan beberapa sampel tanaman tulip kepada sahabatnya yang juga seorang ahli botani di Leiden, Carolus Clusius. Selanjutnya, Clusius mencoba membudidayakan tanaman tersebut di Kebun Raya Leiden. Usaha tersebut ternyata berhasil. Dalam waktu relatif singkat, bunga tulip mulai tersebar secara meluas di Eropa, khu sus nya di Belanda.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Baca juga: Logo Halalnya tak Berlaku, Masihkah MUI Berperan dalam Sertifikasi Halal?

Baca juga: Survei: Ada Lebih dari 90 Persen Pembaca Salah Membaca Alfatihah

Pada awalnya, tulip adalah tumbuhan liar yang berasal dari kawasan Asia Tengah. Bunga ini terutama banyak dijumpai di Pegunungan Hindu Kush di Kazakhstan. "Meski demikian, tulip pertama kali dibudidayakan oleh orang-orang Turki Seljuk pada permulaan abad ke-11 di Anatolia," ungkap Ethem Bukey dalam artikelnya, "The Flowery Journey of Tulips From the Ottoman Empire to Europe", yang dipublikasikan laman Mvslim.com, September lalu.

Pada abad ke-12, motif bunga tulip mulai digunakan dalam berbagai karya seni rupa masyarakat Turki, terutama di Kota Konya—yang ketika itu menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Seljuk Rum di Asia Kecil. "Fakta ini semakin memperkuat bukti bahwa bunga tulip beserta kebudayaan yang terkait dengannya masuk ke daratan Anatolia lewat tangan orang-orang Turki," ujar Bukey.

Pascapenaklukan Konstantinopel oleh Kesultanan Turki Utsmaniyah, Sultan Muhammad II al-Fatih (1451–1481) memerintahkan pembangunan sejumlah taman baru di kota itu. Taman-taman tersebut lantas ditanami dengan bunga tulip. Sultan Muhammad II sendiri dikenal sebagai pemimpin yang punya kecintaan besar terhadap tumbuh-tumbuhan. Semasa hidupnya, ia sering menyalurkan hobinya berkebun di Taman Istana Topkapi, Istanbul.

Pada masa selanjutnya, Sultan Sulaiman al- Qanuni meneruskan kecintaan kakek buyutnya itu terhadap dunia tanaman. Dia bahkan menjadikan kegiatan penanaman dan penggunaan bunga tulip di Istanbul sebagai satu profesi tersendiri. Sejak itu, menanami taman-taman kota dengan tulip telah dianggap sebagai "kewajiban" di seluruh wilayah Kesultanan Turki Utsmaniyah.

Di bawah pemerintahan Sultan Su laiman al- Qanuni pula, bunga tulip mencapai popularitas tertingginya, bahkan mengalahkan popularitas bunga mawar. Karena itu, tidak mengherankan bila kemudian tulip juga dijadikan sebagai simbol nasional bangsa Turki, sampai hari ini.

Baca juga: Pahami Ayat tanpa Belajar Sirah Bisa Kacau

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image