Resensi: Saat Demak Jadi Perwakilan Utsmani di Tanah Jawa

Pustaka  

Salam Sahabat! Resensi Buku Maktabu kali ini mengulas karya seorang pendidik dan peminat sejarah Dr Kasori Mujahid. Doktor lulusan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta ini mencoba untuk menggali kembali misteri hubungan atau paling tidak pengaruh Kekhalifahan Turki Utsmani di Nusantara.

Sebagai sebuah imperium raksasa yang pernah menguasai tiga benua, Utsmani terus melebarkan sayapnya, terutama setelah pembebasan Konstantinopel yang menjadi ibukota Byzantium atau Romawi Timur pada 1453 M.

Baca: Kontribusi Janissary dalam Jihad Pangeran Diponegoro

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

Doktor UIN Ungkap Bukti Hubungan Utsmani-Jawa

Dikirimi Surat dari Raja Sriwijaya, Umar bin Abdul Aziz Segera Utus Ulama

Pada abad ke-15, kerajaan-kerajaan Islam juga telah berdiri di Nusantara, seperti Samudra Pasai, Malaka, Aceh, Demak, dan Ternate. Mereka menjalin kontak dengan Utsmani. Sultan Hamengku Buwono X bahkan pernah menyatakan bahwa pada tahun 1479 M, Sultan Turki meresmikan Demak sebagai perwakilan resmi Khalifah Turki di Tanah Jawa.

Pernyataan itu menjadi dasar hipotesis penulis dalam melahirkan karyanya yang sudah teruji dalam sidang disertasi ini.Penulis bahkan berburu arsip dan dokumen primer untuk membuktikan sejarah hubungan Turki-Demak. Dalam buku ini tertulis bahwa ada tiga dokumen tentang arsip-arsip Utsmani sejak abad XVI hingga awal abad XX menjadi rujukan penting. Khususnya tentang hubungan Turki dengan negeri-negeri seperti Aceh, Jawa, Melayu, dan Thailand.

Arsip-arsip ini bercerita tentang hubungan Turki Utsma ni dengan Nusantara yang dimulai dengan kerja sama perdagangan dan dakwah Islam. Hubungan tersebut semakin kuat karena dilatarbelakangi persamaan keimanan dan kepentingan pembelaan sebagai sesama kaum Muslimin. Hubungan keduanya bahkan disebut sudah berlangsung sebelum abad XVI dengan hadirnya para pedagang Turki Seljuk di Jawa bersama para pedagang Arab dan Persia untuk menyebarkan Islam.Terlebih, kunjungan penu lis ke Istanbul juga memper oleh data penguat, yakni inskripsi bendera Estergon abad XVI (dalam wujud asli nya).

Bendera ini merupakan salah satu panji pasukan Turki Uts mani yang dipakai di berbagai penaklukkan wilayah dan pengembangan aga ma Islam di Museum Yapi Kredi, Istanbul, Turki.Tidak hanya itu, penulis memperoleh sumber inskripsi lainnya di Museum Tekstil, Jakarta. Bendera yang menjadi panji Fatahil lah ini pernah menjadi panji perang panglima Fatahillah ketika tentara gabungan Demak Cirebon menghalau Portugis di Sunda Kelapa (Jakarta, 22 Juni 1957).

Judul : Di Bawah Panji Estergon, Hubungan Kekhalifahan Turki Utsmani dengan Kesultanan Demak pada Abad XV-XVI

Penulis : Dr Kasori Mujahid

Penerbit : Istanbul

Cetakan : 2022

Tebal : 384 halaman

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image