Asal Mula Bacaan Bilal di Sela Sholat Tarawih di Tanah Jawa, Tujuannya Menangkal Syiah

Tuntunan  

Salam Sahabat! Bagi anda yang baru saja menunaikan ibadah Sholat Tarawih berjamaah pada malam ini tentunya familiar dengan bacaan bilal saat hendak memulai tarawih. Bacaan tersebut terutama pada sholat tarawih 23 rakaat juga disuarakan dengan jahr (keras) usai rehat pada delapan rakaat (putaran pertama), empat rakaat (putaran kedua), empat rakaat (putaran ketiga) dan empat rakaat (putaran keempat).

Jika disimak, bacaan bilal tersebut menyuarakan empat khalifah Rasulullah yang kerap kita kenal dengan sebutan Khulafaurrasyidin. Pada empat bacaan itu, kita akan menemukan kalimat dengan nama-nama sahabat Rasulullah tersebut yakni Abu Bakar As-Shiddiq, Umar bin Khattab, Ali bin Abi Thalib hingga Utsman bin Affan.

Lafaz pertama contohnya yakni bacaan dengan nama Abu Bakar As-Shiddiq.

Scroll untuk membaca

Scroll untuk membaca

اَلْخَلِيْفَةُ اْلاُوْلَى سَيِّدُنَا اَبُوْ بَكَرْ الصِّدِّيْقُ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ

Al-khalifatul uulaa, sayyidina Abu Bakar ash-Shiddiq radiyallahu anhu.

Bacaan tersebut memang tidak pernah ada pada tradisi Rasulullah saat melakukan sholat qiyam Ramadhan yang sekarang lebih kita kenal dengan sebutan tarawih. Meski demikian, bukan berarti bacaan tersebut tidak memiliki manfaat.

Sholat Tarawih 23 Rakaat Lengkap dengan Bacaan Imam, Bilal Hingga Jawaban Jamaah

Bacaan Witir Tiga Rakaat, dari Niat, Bilal Hingga Jawaban Jamaah

Ikuti Ulasan-Ulasan Menarik Lainnya dari Penulis Klik di Sini
Image

Pecinta Nasi Uduk

Jadi yang pertama untuk berkomentar

Kontak Info

Jl. Warung Buncit Raya No 37 Jakarta Selatan 12510 ext

Phone: 021 780 3747

marketing@republika.co.id (Marketing)

× Image